Thursday, June 18, 2009

Hoshi no Koe - Voices of A Distant Star

Baru kemaren sy nonton Hoshi no Koe (Voices of A Distant Star). OVA (Original Video Animation) berdurasi 25 menit ini sebenarnya keluaran thn 2002, tp - setelah sekian lama mengimpi2kan nonton anime ini - y baru kemaren itu sy berkesempatan mengunduh dan menontonnya. Kabarnya dulu sempet disiarin Animax - tp waktu itu sy lom langganan tv kabel (^^)p

Apa yg bisa sy katakan y... Indah, menyakitkan. Sejujurnya sy punya ekspektasi sangat tinggi terhadap Hoshi no Koe, dan nyatanya anime ini benar2 sanggup menjawabnya, bahkan lebih. Tipe OVA favorit sy. Tenang, simpel, ga ada yg ribet2 or heboh2 ala sinetron, tp dalem bgt.

In such a short duration, I could just feel the pain.

Hoshi no Koe cover

Anime ini berkisah tentang sepasang remaja (keliatannya sahabat dekat menjelang pacaran gitu) yg musti menjalani hubungan jarak jauh. Mending klo cuma Jakarta-Tokyo, ini mah hubungan jarak jauh antar planet, antar galaksi...!!

Sang gadis - Mikako - direkrut oleh Armada Luar Angkasa AS utk berperang dgn menggunakan sejenis mecha melawan sejenis alien yg disebut Tarsian. Karena itu Mikako berkeliling luar angkasa, sementara sang cowok - Noboru - tetap di bumi. Komunikasi hanya bs mereka jalani dengan saling berkirim email melalui telepon seluler. Saking jauhnya jarak antara mereka, untuk satu buah email saja memerlukan waktu setahun bahkan sampai 8 tahun utk sampai ke tujuan. Kebayang ga sih pedihnya.

Yang unik dr anime ini adalah meskipun settingnya di kisaran tahun 2047-2056, dengan jaman mecha dan jelajah luar angkasa, bumi sendiri tetap sederhana. Kereta apinya, apartemennya... hapenya aja masih pake antena luar n layarnya ijo! Non-color gitu! Yang rada modern mungkin cuma korannya... gambarnya bkn berupa still-photo, tp semacam video streaming gitu.

Hoshi no Koe screen shot

Terlepas dr keganjilan tipe hape yg mereka pakai, anime yg cuma dibuat oleh Makoto Shinkai seorang diri pake PC Mac ini layak tonton bgt!! Scene demi scene serta dialog demi dialog teramu sempurna. Ga ada yg spesial dgn karakter desainnya, tp ini justru membuat karakter jd terasa global - they can be just anyone anywhere, they can be you. Voice acting versi yg sy tonton - kemungkinan c versi DVDnya - oke bgt. FYI, pengisi suara versi originalnya hanya Makoto dan tunangannya sendiri, sedangkan versi DVD menggunakan seiyuu profesional. Memang mungkin review ini mengacu ke versi DVD yg pastinya udah dipermak sementara sy ga tau versi orinya kaya apa, tp Hoshi no Koe tetap menjadi bukti bahwa utk menghasilkan sebuah karya animasi yg indah dan berbobot ga perlu sumber daya berlebihan.

Dua jempol buat Hoshi no Koe!! (^_~)

Note:
Manga Hoshi no Koe rilis tahun 2004. Sy belum baca, baru donlot aja. Buat yg penasaran ma anime/manganya, tp ga bs nemu DVD originalnya (emang ada y?), bisa ke Indowebster atau Anime Eden buat donlot.

Monday, June 15, 2009

Chobits: Life with A Sexy Cutie Laptop

Hehehe...

Looh?? Lom apa2 udah cengengesan pasti ada apa2nya niiy... (^^)p

Hehee... ceritanya bbrp hari lalu sy baru namatin baca Chobits. Itu tuuw salah satu manga karya Clamp. Trus kenapa pake cengar-cengir kuda segala? Krn Chobits ini sebenernya tergolong manga yg rada ecchi gitu. Rada2 "menjurus" gituu deey.

Chobits

Well, berhubung sy udah dewasa bolee doong baca komik dewasa ya ga c... (^^);;

Anyway, ni manga sebenernya cuma ecchi di awal doang... mungkin utk menggaet penggemar dulu, banyak bgt fan service di chapter2 awal. Tapi lama kelamaan mulai berkurang bahkan menghilang, dan cerita jadi lebih dalem dan berbobot.

Menceritakan tentang seorang ronin (siswa lulusan smu yg lom sukses masuk universitas gitu) bernama Hideki yg secara ga sengaja nemuin sesosok tubuh wanita di tempat sampah... yg ternyata sebuah persocons (rasanya ini berasal dr lidah Jepang utk singkatan dr Personal Computer). Persocon di sini semacam komputer atau laptop (abisnya mobile c) berbentuk manusia (bisa dibilang robot jg), dgn tampilan fisik yg sangat mirip manusia bahkan lebih bagus. Lebih cantik, lebih ganteng, kulit lebih halus, tindak-tanduk lebih menyenangkan daripada manusia. Itu sebabnya dlm kisah ini banyak orang yg lebih suka bergaul dgn persocons mereka drpd dgn manusia.

Persocon temuan Hideki ini tnyata ga punya memori sama sekali, satu2nya yg bs dia ucapkan cuma "Chii". Berhubung Hideki ga ngerti sama sekali soal persocons, dia pun mulai mencari tau. Pertama2 dia berkonsultasi ke sobatnya sesama ronin Shinbo yg jg punya persocon mini (klo jaman skrg semacam netbook gitu kli y...) bernama Sumomo. Sewaktu Shinbo menghubungkan Sumomo dengan persocon Hideki yg akhirnya dipanggil Chii itu, Sumomo lsg error. Dari sanalah cerita berlanjut untuk mengetahui apa Chii itu sebenarnya.

Membaca Chobits membuat sy tersadar betapa kita skrg udah begitu addicted dan attached to gadgets. Sampe2 terkadang ga peduli sama real people. Saat bbrp temen berkumpul, alih2 mengobrol mereka justru sibuk dgn gadget masing2. Yg lbh aneh lagi, bbrp waktu lalu di klinik sy melihat sepasang suami-istri yg sembari menunggu dokter bukannya ngobrol atau apa, malah sibuk dgn gadget mereka sendiri2... Weleh2...

Klo hanya sebuah gadget berbentuk kotak saja bs begitu menarik dan membius, coba bayangkan gimana klo berbentuk cowok ganteng or cewek cantik. Wuiih... tambah addicted aja kaan.

Sayangnya ketika cerita Chobits mulai bermakna, di akhir2 malah jd mendayu2 ala sinetron... kata2nya "someone just for me" muluuuw... eneg jg c... (^^)p Yg diusung justru love is everything, antara manusia dgn manusia, manusia dgn persocons, bahkan persocon dengan persocon... klo cinta ya cinta, gitu kira2 idenya.

Sy c kurang suka dgn gagasan ini krn itu sama aja Terminator versi imut2... (^^);; Klo manusia akhirnya menikah dgn persocons, pastinya ga akan ada keturunan, dan akhirnya mengadopsi/membuat persocons lainnya... that's the end of the mankind duonkwonk... alias hancurkan eksistensi manusia dengan cinta buta pada persocons...! Hehehe... (^^);;

Anyway, setuju atau ga setuju, Chobits tetep oke buat dibaca. Boleh deh masuk daftar koleksi penggemar manga. Komik ini udah diterbitin di Indonesia oleh penerbit Acolyte dgn kualitas yg oke, tp sy kurang tau apakah sampai tamat atau tidak. Tapi well, berhubung cekak n harga manga meroket, maap y sy cuma donlot sj hehe... (hiyaa di akhir tetep aja nyengir kuda...)

Sunday, June 14, 2009

Kasus Prita: Seandainya Saya Manajemen RSO

Kasus ibu Prita, pastinya semua juga udah tau, jd sy ga perlu menuliskan ttg apa kasus ini. Sy sendiri merasa dekat dgn kasus ini krn sy adalah "pelanggan setia" rumah sakit :P Dikarenakan hingga hari ini msh hrs bolak-balik RS, dioperasi 2 kali dlm setahun belakangan, sempat "ngekos" berlama2 di ruang inap... well, sy jd bs melihat dgn jelas dari perpektif seorang pasien.

Namun dr sudut pandang usaha, menurut sy, tindakan manajemen RSO yg memenjarakan ibu Prita semata2 krn email ini sangat gegabah.

Apapun rumah sakitnya, bahkan meskipun kita puas dgn RS tersebut dan keluar dari sana dlm keadaan sehat, pasti ada hal2 yg tidak memuaskan. Seperti sy yg jadi "fans" RSCM krn murmer (ruang inapnya biarpun kelas 3 tp bagus dan tiap hari dpt kunjungan konsulen) dan dokter2 spesialisnya handal, tidak pandang bulu dlm menerima pasien (sampai2 terbilang terlalu baik gelandangan hilang ingatanpun dirawat jg... hahaha... kasus ini nanti sy ceritakan kapan2... lucu2 nyebelin)... tak urung kesal jg krn residen2 yg kurang bagus (maklum residen? :P), diet yg salah sebelum operasi ke-2 yg untungnya ga bikin tanda vital sy turun... dll dsb.

Ayolah, beritahu saya, apa di dunia ini yg lepas dari cacat cela?

Lebih jauh, beri tau sy, apa di dunia ini yg tidak di-review dan dinilai oleh konsumennya?

Buku yg kita baca, direview dan ujung2nya kita membuat pernyataan 'rekomen' atau 'tidak rekomen'. Amazon.com memuat review dan rating dr pembaca buku2 yg mereka jual. Apakah ini disebut dgn pencemaran nama baik penulis atau buku tsb? Shampoo yg kita pakai direview apakah benar membuat rambut lbh halus atau justru membuat ketombe muncul. Banyak sekali situs jualan online yg memuat review dan rating produk. Suatu produk bisa dapat 5 bintang atau 2 saja.

Kalau kita beralih ke usaha jasa, coba buka kolom surat pembaca harian langganan kita, bank apa yg tidak pernah dimuat namanya di sana? Semua bank terkemuka pasti pernah muncul di sana dengan judul2 yg seram "Hati2 dgn Kartu Kredit Bank X" atau "Kecewa dgn Bank Y". Adakah dari mereka yg dipenjara krn membuat tulisan tsb? (Klo tnyata ada, tolong dikoreksi y) Justru jika kita perhatikan, bbrp hari kemudian akan muncul surat yg kurang lebih berisi "Mengenai masalah dengan kartu kredit Ibu A, kami sudah menyelesaikannya dengan baik..." Terlepas dr bagaimana mrk menyelesaikannya di belakang (dan entah apakah benar2 memuaskan atau tdk), dengan pernyataan seperti ini, pembaca akan menilai bahwa bank tersebut cukup bs diandalkan. Kenapa? Krn ketika ada masalah dan di-komplain (meskipun musti lewat koran dulu), mereka akan menanggapi dan memberi solusi. Nasabah lain menjadi tdk takut krn kalau2 kelak mrk punya masalah yg sama, akan ada solusinya.

Bercermin dari itu, skrg yg ada di benak semua orang mengenai RSO adalah "jika ada masalah dan sy komplain, sy malah masuk penjara"... bukan asumsi yg menguntungkan utk bisnis.

Kalau sy manajemen RSO, ketika email ibu Prita beredar, sy akan mengundang (bukan memanggil) ibu Prita utk meluruskan duduk perkara. Dengarkan dengan baik, dan beri penjelasan dengan baik. Minta maaf atas kelalaian memberi penjelasan (bukan kelalaian tindakan, bagaimanapun hrs mempertahankan argumen prosedur kan), tawarkan utk segera menghubungi bagian customer service atau bahkan supervisor jika kelak ada yg tidak berkenan, atau berbagai kata2 diplomatis lain yg disampaikan dgn baik-baik. Pada titik ini sbrnya RSO beruntung krn dalam kasus tsb tdk ada yg meninggal dunia atau cacat, yg tentunya akan mempersulit negosiasi. Segera stlh win-win solution tercapai, sy akan meminta ibu Prita utk membuat email yg isinya kurang lebih "masalah dgn RSO telah selesai, sy telah mendapat penjelasan yg memuaskan... bla bla..." atau mungkin sy sendiri yg akan membuat surat semacam itu ke media.

Sekarang, mungkin sdh terlalu terlambat bagi RSO utk melakukan itu. Maaf, sy msh perlu waktu utk membayangkan tindakan apa yg semestinya sy lakukan pd titik ini utk menyelamatkan muka yg tercoreng sendiri. Yg jelas, sy tidak akan serta-merta memenjarakan orang yg membuat tulisan ini... (^_^);;

Monday, June 1, 2009

Hiddink: Save the best for last

Ga terasa musim 08/09 berlalu sudah. Musim yg hampir ga saya ikutin sama sekali. Kayanya sy emang ditakdirkan utk nemenin Joe Cole yg cedera n terpaksa absen satu musim... hihi apa seeeh...?

Ya gitu dey, berhubung sakit berkepanjangan, sy bener2 ga ngikutin aksi The Blues musim ini. Ya kecuali laga kontra Barcelona di ajang Liga Champion yg berakhir menyebalkan itu - yg membuat sy ilang respek sama UEFA n ogah nonton final (^_^)p. Dan untungnya, seperti jg Hiddink, masih ada satu kesempatan bg sy sebelum semuanya benar2 berakhir tahun ini... Final FA Cup!

Dengan membawa selembar badan ini sy n hubby nonbar laga Chelsea vs Everton bareng anak2 CISC (Chelsea Indonesia Supporters Club) di homebase Rick's Cafe. Nonbar yg sempet diliput TVOne ini seperti biasa rame bin gila. Setahun absen, ada satu kemajuan pesat yg dialami CISC... ude pada pinter nge-chants! Jempooll...! Pdhl klo dulu kita mah suka males nyanyi2, apalagi sy... plg banter cuma aw-aw-aw nyamain suara... qiqiqiq.... alhasil, cuma chants khas FA doang yg sy mahir "from stamford bridge to wemberley, we'll keep the blue flag flying high" sisanya... aw-aw ajaah...! Kayanya musti kursus kilat chants niiy (^_^)p

Match yg diawali gol cepat Saha ini praktis bikin lebih dr 90 menit sisanya jd rame. Mm... rame dr sisi Chelsea-nya deh kayanya. Oke, salah satu kelemahan sy klo ikut nonbar adalah ga bs perhatiin penuh n hapal moment2, tp as far as I remember, perlawanan Everton cuma ada di awal2 babak kedua. Gol yg plg oke pastinya Lampard punya, pake acara nyaris jatoh segala c... Skor mustinya 3-1 buat Chelsea klo aja linesman-nya ga kelilipan n bs ngeliat jelas bhw tu bola udah lewat garis gawang.... (^_^);;

Tanganpun jd keringet dingin menjelang menit akhir... waks mana added time-nya 4 menit pula! Untungnya kli ini Chels keep it cool dan sah-lah Piala FA jd kado perpisahan Hiddink...

Happy sad, I must say... happy krn musim ini hepi end buat Chelsea. Sad krn musti say goodbye ke Hiddink. Dia emang cuma sekelebatan doang mampir di Stamford Bridge, tp efeknya gede jg.

Season yg jatuh bangun. Buat Chels, pun buat sy. Tp yg terbaik dan terindah selalu disisakan di akhir, hanya utk mereka yg sabar dan terus berjuang.

KTBFFH! See you next season...!


Nonbar fa cup 01

Chels babes

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails