Thursday, January 29, 2009

Love for Colours

Saya ini sebenernya bukan tipe orang dengan naluri desain yg kuat. Yaah klo mo dikit nyombong, average-lah. Soal komposisi warna juga perlu banyak referensi sampai bisa ngedapetin yg dicari. Bisa dibilang nyaris mustahil saya bisa menemukan warna yg sy bayangkan, dengan cara mencoba2nya di Photoshop.

Makanya, waktu nemuin situs satu ini saya hepi bgt.
Namanya Colourlovers.com. Sesuai namanya, situs ini menyediakan berbagai palet warna dan pola yg bisa dipakai untuk berbagai keperluan... termasuk blogging tentunya. Setiap warna satuan, palet, ataupun pola, disertai kode hexa-desimal maupun RGB-nya. Jadi, tinggal pakai aja.

Contohnya palet warna yg sy pakai untuk template blog ini. Couture karya Glamrock88.

colour palette
Begitu liat palet ini sy langsung naksir berat, bener2 sesuai dgn yg sy cari2 (^_^)

Di Colourlovers kita jg bisa bikin palet ataupun pola sendiri, tp untuk sementara ini sy jd pengguna aja dulu he he...

Koleksi warna/palet/pola di situs ini ribuan jumlahnya... meskipun kita filter pencarian kita menjadi, misalnya, hanya menampilkan palet , tetap aja ga mungkin memeriksa semua koleksinya. Mungkin, ada banyak koleksi yg hanya akan "terbenam" begitu saja, entahlah saya ga mengkaji sejauh itu.

Yang jelas, dgn partisipasi para colourlovers ini, sy ga perlu terlalu pusing soal warna. Satu2nya yg agak menyulitkan adalah ejaan British English-nya "Colour", bikin sy yg terbiasa dgn "Color"-nya American English jd kikuk (^_^)p

Happy colouring (^_~)

Tuesday, January 27, 2009

Gara-gara Mouse Cantik

red mouse

Mouse mungil nan cantik adalah pelecehan terhadap konsep ergonomi.

Ya ya, dia memang handy dan ga menuh2in tempat. Juga stylish jd klo online daari cafe atau tempat umum lainnya terasa gaya. Tapi setelah dua-tiga hari saya memakainya untuk durasi yg cukup panjang - sekitar 5 sampai 8 jam per hari - jari manis dan kelingking kanan saya sakit. Rasa sakit dan pegal yg cukup untuk membuat saya malas memakai laptop.

Sebagian besar aktifitas saya dgn laptop mengharuskan saya tak bisa melepas genggaman dari mouse. Mulai dari kegiatan surfing itu sendiri, atau klo saya lg perlu memakai Photoshop. Keyboard hanya saya pakai klo akan mengetik, seperti mengetik posting blog ini. Mouse yg kecil membuat telapak tangan dan jari2 tidak menyandar dengan baik, sehingga ketika digunakan dlm waktu cukup lama akan menyiksa sekali.

Jangan tanyakan kenapa saya tidak menggunakan penggerak kursor yg ada di laptop. Oh, sudahlah, menggunakan mouse laptop membuat saya frustrasi atas alasan yg tidak bisa saya jelaskan. Jadi jgn tanyakan lagi.

Sebenernya ada sih mouse gede. Sayangnya tidak bisa di-plug ke laptop yg saya gunakan. Ah, jaman sekarang apa plug bulat seperti itu sudah ga punya tempat utk play, ya?

Untuk sementara saya musti bertahan dengan mouse ini. Toh bbrp hari lagi, sy akan puasa laptop selama plg engga 2 minggu. Krn Insya Allah sy akan menjalani operasi kedua - operasi penyambungan usus (it's a long story (^_^) ), doakan yaa...

Tapi begitu saya sehat lagi, sy akan ke toko komputer utk beli mouse gede yg bs membuat tangan dan seluruh jari2 saya mendarat dgn nyaman... Kali ini, bukan mouse jaman dulu yg plugnya bulat itu (^_^);;

[BGM: Hero's Come Back, Naruto Shippuuden Opening theme]

Sunday, January 25, 2009

U Comment, I Follow


Apa sih arti dari tanda ini - seperti yg saya letakkan di sidebar blog saya ini?
Jika teman2 melihat tanda seperti ini pada suatu blog, itu artinya pemilik blog sangat menghargai mereka yg memberi komentar pada setiap posting-nya. Penghargaan yg diberikan kepada pemberi komentar adalah dengan memberi backlink otomatis. Blog yg seperti ini sering disebut sbg blog dofollow.

Secara default, comment di Blogspot adalah nofollow, yg artinya kalaupun kita meletakkan URL kita pada identitas pemberi komentar, link tersebut tidak dihitung sbg backlink. Banyak blog sudah mengubah status nofollow ini menjadi dofollow.

Lantas, bagaimana caranya agar kita mendapat backlink otomatis itu?

Setiap kali kita memberi komentar pd blog, jgn lupa untuk mengambil opsi Name/URL sbg identitas pemberi komentar. Masukkan URL blog kita. Dan sesimpel itulah kita mendapatkan backlink dari blog dofollow. Tidak perlu acara tuker2an link segala.

Tapi beberapa kali saya menemukan blog yg memasang tanda U Comment I Follow tapi ternyata tidak dofollow. Untuk memastikan bahwa suatu blog itu dofollow atau tidak, gampang aja.

Ini dia cara mengecek status dofollow dgn menggunakan Mozilla Firefox:
1. Bukalah posting yg memiliki komentar di dalamnya.
2. Klik-kanan pada nama pengirim komentar
3. Pilih Properties, akan muncul kotak Element Properties
4. Tulisan yg muncul bisa sedikit beragam, tapi pada intinya, klo ada kata "nofollow" berarti blog tersebut nofollow aka tidak dofollow.

Menurut para dedengkot blogging, klo kita memberi komentar pada blog dofollow yg memiliki PR tinggi, nilai backlink-nya bisa berkali-kali lipat daripada yg ber-PR rendah atau tanpa PR. Tapi buat saya, inti dari gerakan "say no to nofollow" ini adalah menghargai pengunjung yg memberi komentar. Kadang kita tidak punya kesempatan utk mampir balik ke blog milik pemberi komentar, sebagaimana etika berbalas-kunjung di dunia blogging. Namun, dgn status dofollow, kita menjamin bahwa pemberi komentar akan mendapatkan sedikit hadiah dari kita sebagai gantinya.

Catatan penting bgt:
Buat yg punya blog doFollow, jgn lupa aktifin "anyone" utk "who can comment"-nya, biar pengunjung bs taro URL-nya. Klo cuma registered user, yaa capee deey... :P
Buat yg ngasih komen, pas kasih komen jgn lupa taro URL di blog doFollow. N ga perlu deh nambah2in URL di dalam komennya lg, napsu bgt c pengen backlink :P

Happy following (^_~)

Note per June 22, 2010: As I've changed the template, due to some coding issues, this blog no longer supports Do Follow.. This will do until further notice.. Thanks for understanding :)

Saturday, January 24, 2009

Di atas syukur ada sombong

Menjadi sakit artinya saya bisa nge-blog... ahaha... terasa terlalu simpel? (^_^)p

Ya baiklah...

Bagaimana kalau ini... setelah berada dalam kondisi sakit selama bbrp waktu, saya sadar bahwa mata pelajaran melewati masa sulit itu ada beberapa tingkatan.

Not bad? Oke, saya lanjutkan...

Pertama adalah tingkatan berkeluh-kesah.

Mengasihani diri sendiri. Pada tingkatan itu saya merasa self-centered, hanya terpusat pada diri sendiri. Mempertanyakan kenapa saya harus mengalami itu semua, apa salah saya sehingga harus dihukum seberat ini, dll, dsb. Tingkatan ini sangat berat baik bagi saya sendiri maupun bagi orang di sekitar saya. Tapi sebenarnya tahap ini tidaklah seburuk yg dikira, krn dgn mengakui keterpurukan, saya bisa berkeluh-kesah pada si Empunya Hidup Allah SWT. Kalaulah saya tidak jatuh sedalam itu ke jurang mengasihani diri sendiri, mungkin saya tidak akan bisa mengasihi diri saya sendiri alih2 saya akan terus saja berpura2 tegar pdhl sebenarnya tidak.

Kemudian tingkatan bersyukur. Ini terjadi ketika saya mulai merasa lebih baik, merasa lebih tenang setelah mengadu pada-Nya dgn berderai-derai air mata, dan menyaksikan orang2 yg penyakitnya lebih parah dari saya. Pada tingkatan ini saya merasa bersyukur bahwa saya bisa melalui semuanya dengan baik, bahwa saya tnyata diberi cobaan yg memang bisa saya atasi.

Dan tahukah, apa tingkatan selanjutnya? Sombong. Ya, setelah bisa melalui segala rasa sakit itu, ketika melihat orang lain yg sakitnya lebih ringan atau sama dgn saya dan org itu mengeluh, saya dgn besar kepala mengatakan dalam hati "Ih, baru segitu aja udah mengeluh. Saya wkt itu lbh parah dr itu"

Sangat mengejutkan bahwa di atas rasa syukur timbul rasa sombong. Ketika saya berhasil naik kelas dari keluh-kesah menjadi syukur, saya justru menjadi sombong. Saya menyombongkan bahwa saya dulu tidak mengeluh sekeras itu.

Tapi untungnya, saya tak berlama2 di tingkatan ini. Krn kemudian, saya berhasil mencapai tingkat selanjutnya, yaitu compassion. Memahami bahwa seseorang itu, betapapun sepelenya penyakitnya, dia tetap sakit dan tetap membutuhkan perhatian. Sekalipun perhatian itu hanya sekedar senyum maklum ketika ia mengeluh atau kata2 pemberi semangat ketika ia malas berusaha. Berbelas-kasih dengan merefleksikan diri sendiri bahwa pada suatu titik, dahulu, saya pernah pd tingkatan itu dan akhirnya melewatinya.

People are at their level.

Dan jika saya merasa sudah melewati apa yg mereka lalui (ah, lagi2 sombong >_< ), maka sungguh tidak adil kalau saya meminta mereka melompati dua/tiga anak tangga sekaligus. Bahwa menjadi manusia bukan berarti harus selalu tertawa ataupun selalu tegar. Atau harus selalu bisa seketika itu jg menemukan cahaya dlm kegelapan. Bahwa saya sesungguhnya mendapat privilege untuk menangis dan kemudian tersenyum, untuk bernaung dalam awan kelabu dan kemudian mensyukuri matahari, untuk rapuh dan kemudian dikuatkan oleh tangan-Nya. Catatan tambahan: satu mekanisme unik dari manusia adalah ia tidak hanya tidak akan tetap berada pada suatu level tertentu, tapi juga tidak ada jaminan bahwa ia akan selalu meningkat levelnya. At some point, bisa naik, bisa pula turun tingkat. But hey, we're only human. So don't be too hard on yourself. (^_~) [BGM: Michi - To You All by Aluto, Naruto Shippuden 3rd Ending... kenapa ya klo denger lagu ini leher terasa tercekat kaya mo nangis... (^_^)p ]

Tuesday, January 20, 2009

Entrecard: Community can be this fun

Saya baru beberapa hari saja mengenal mahluk bernama Entrecard ini. Dan kenyataannya, kegiatan ber-Entrecard-ria ini cukup menyita perhatian saya.

Entrecard adalah semacam komunitas dimana kita bisa memasukkan identitas blog kita, dan membuat sebuah kartu identitas blog - semacam business card gitu deh.

Kemudian, seperti biasa, meletakkan sebuah kode di blog kita untuk meletakkan kartu tsb. Yang kemudian harus dilakukan adalah bertukar2 kartu dengan member lain, dengan cara mengunjungi blog mereka dan meng-klik "Drop". Dengan begitu Entrecard kita akan muncul di inbox mereka, dan - seperti layaknya etika umum dalam komunitas - mereka akan berkunjung balik dan menge-"drop" kartu mereka. Bisa dibayangkan, jumlah pengunjung organik blog kita pun meningkat pesat.

Tapi, ga cuma itu aja. Kita baru akan sampai pada hal yg menarik. Setiap kali kita menge-drop atau menerima kartu, kita akan mendapat poin yg disebut ec. ec menjadi semacam nilai tukar yg bisa kita belanjakan untuk beriklan di blog lain. (^o^)

Klo kita membeli spot beriklan di suatu blog, Entrecard kita akan muncul di blog tersebut selama 1 hari. Harganya bervariasi, tergantung berapa banyak antrian iklan yg dimiliki blog tempat kita akan beriklan tersebut. Semakin banyak yg membeli spot iklan suatu blog, maka harga spot di sana akan semakin mahal.

Begitulah kira2.

Saya excited bgt sama Entrecard ini karena idenya benar2 unik. Kita mesti membuat Entrecard yg cukup menarik untuk membuat orang berkunjung. Kemudian harus pandai2 mencari blog yg kira2 akan memberi kita pengunjung dari beriklan di sana. Jg ga sembarangan nerima blog yg mo beriklan di blog kita... klo saya sih alasannya visual aja, klo Entrecard-nya ga menunjang penampilan blog, biasanya ga lsg sy terima hehe...

Sayangnya, mereka menetapkan regulasi bahwa yg berhak menjadi anggota hanyalah blog berbahasa Inggris. Makanya, saya cuma punya satu Entrecard, untuk Project i-LaMB saya saja... hiks (>_<) Bete jg c...

Aktifitas dengan Entrecard awalnya cukup menyita waktu, agak2 merusak ritme online saya. Tapi setelah dua hari, saya sudah terbiasa dan bisa mengatur. Buat teman2 yg punya Entrecard di blognya, klo ngeliat Entrecard seperti di bawah ini, mampir ya... n klo mo beli spot iklan (harga per hari ini 128ec/hari saja) monggo... ditunggu (^_^)

Entrecard, U Drop I Drop

Happy dropping (^_~)

Sunday, January 18, 2009

Menuliskan Kode HTML dalam Posting Blog

Kalau saya tidak posting tentang "Serba-serbi Inline Comment Blogspot", mungkin saya tidak akan merasa perlu mencari tahu bagaimana cara memasukkan kode HTML ke dalam posting blog tanpa dianggap sebagai kode HTML.

Semisal kita ingin menuliskan kode seperti yg ada di posting saya terdahulu:
<p class='comment-footer'> <a expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'>Post a Comment</a> </p>
Jika kita tidak mengubah kode tersebut, maka yg muncul pada posting akan menjadi:

Post a Comment
Karenanya kita harus melakukan sedikit perubahan pada kode tersebut agar muncul dalam posting sesuai dengan yang diharapkan.

Caranya adalah dengan mengganti tanda "<" dengan & l t ; (tanpa spasi), dan ">" dengan & g t ; (tanpa spasi).

Tapi tenang saja, rupanya kita tidak perlu susah2 mengganti sendiri tanda "<" dan ">" dengan kode2 tersebut. Cukup masuk ke situs berikut ini, copy kode yg akan ditulis dalam posting, klik encode, dan voila... jadilah kode yg sudah dimodif untuk siap ditampilkan dalam posting blog kita.

Happy blogging (^_~)

DingoBux

Saturday, January 17, 2009

Membuat Label Cloud Untuk Blogspot

Salah satu hal visual yg menarik dari Wordpress bagi saya adalah Tag Cloud. Gimana ya, seneng aja gitu ngeliatnya. Sayangnya Blogspot ga punya fasilitas Tag, sehingga kita ga bisa buat Tag Cloud. Tapi kabar baiknya, Blogspot punya Label, dan karenanya kita bisa membuat Label Cloud... yippii...!! \(^_^)/

Cara membuatnya tnyata gampang sekali (yg susah ya yg buat kode hihi)... Hanya perlu meng-copy-paste bbrp kode dan kemudian mengedit warna untuk disesuaikan dengan skema warna template yg kita pakai. Syaratnya cuma satu, yaitu blog yg akan dibuat Label Cloud-nya harus memiliki paling tidak 1 Label yg isinya lebih dari 1 posting.

Hasilnya, seperti yg saya pakai di side-bar saya ini.

Klo masih ingin menampilkan Label dengan format tradisional, sehingga kita punya 2 tampilan Label, juga bisa. Menampilkan jumlah posting pada Cloud juga bisa (meskipun sebenarnya ga perlu sih karena klo kita hover ke salah satu Label dalam Cloud jumlah posting akan kelihatan). Semuanya tergantung selera masing2.

Have fun! (^_~)

Kode untuk Membuat Label Cloud - oleh phydeaux3

PS: Untuk mengganti warna font, kode warna yg digunakan adalah RGB, bukan Hexadecimal seperti yg biasanya kita pakai untuk mendesain web. Salah satu konverter Hexa-RGB bisa didapat di Kenji Kojima

Friday, January 16, 2009

Serba-serbi Inline Comment Blogspot

Begini ya, pertama-tama, berhubung saya pemain baru di Blogspot, jujur aja saya ga terbiasa menggunakan istilah Blogger (nama lama Blogspot). Jadi klo ada yg ngerasa sebaliknya mohon maklum yaah (^_^)p

Inilah salah satu misteri - yg biarpun sederhana tp cukup bikin puyeng - yg baru aja saya pecahkan. Masalah inline comment atawa comment yg di-set "Embedded below post".

Beberapa template memang tinggal nge-set aja n langsung berhasil, seperti blog Project i-LaMB saya (tapi ga saya aktifkan krn alasan lain). Tapi ada juga template yg ga bisa menggunakan setting tersebut, seperti blog saya ini. Klo saya set comment mjd inline, yg muncul hanya comment2nya saja, sedang form utk mengisi comment tidak ada. Alih2, hanya ada tulisan "Post a comment" yg klo di-klik ga muncul apa2.

Dicari2, akhirnya ketemu jg. Supaya kotak comment muncul di bawah posting ternyata seperti ini...

Pertama, pastiin comment udah di-set "Embedded below post".
Klo belum, masuk ke Setting --> Comment --> pilih Embedded below post

Terus masuk ke Layout --> Edit HTML --> tandai kotak Expand Widget Templates

Cari kode berikut:
<p class='comment-footer'> <a expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'>Post a Comment</a> </p>
Sisipkan kode berikut ke dalamnya:
<b:if cond='data:post.embedCommentForm'> <b:include data='post' name='comment-form'/> <b:else/></b:if>
Sehingga menjadi:
<p class='comment-footer'><b:if cond='data:post.embedCommentForm'> <b:include data='post' name='comment-form'/> <b:else/><a expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'>Post a Comment</a></b:if> </p>
Save, dan taraa... kotak form komentarpun sekarang muncul di bawah posting!

PS: Untuk mencari di mana gerangan kode p class='comment-footer' itu berada, tinggal memanfaatkan Edit --> Find (IE: Find on this page), ketik aja "comment-footer" terus di-next-next sampe ketemu (wusyeet bahasanya di-next-next (^_^); ) Be careful though, karena kode seperti ini ga cuma satu, jd pastiin kamu ga nyisipin kode di tempat yg salah.

Otree selamat mencoba (^_~)

Monday, January 12, 2009

Pria-pria [anime&manga] yang kucintai

Blame it on the rain... ya, salahkan hujan karena gara2 hujan seharian ini saya jd banyak bernostalgila... (^_^)

Dulu saya pernah punya teman - cowok - yg cinta mati sama Sailor Mars. Itu looh, karakter di anime dan manga Sailor Moon yang booming bbrp tahun silam. Cintanya pada Sailor Mars bisa dibilang mencapai tingkatan yg sulit dimengerti oleh saya ketika itu. Tapi rupanya itu hanya karena saya pada waktu itu belum "bertemu" banyak pria ganteng di anime dan manga. Sekarang, cinta sejenis itu ga mengherankan lagi buat saya... krn saya jg mengalaminya... well, in a slightly more mild level though (^_^);

Pria-pria anime-manga yg saya cintai itu datang dan pergi... jumlahnya pun terus bertambah seiring dgn semakin banyaknya anime yang saya tonton maupun manga yang saya baca.

Ada Camus/Aquarius Gold Cloth (Saint Seiya; Giok dlm versi Indonesia), Aoshi Shinomori (Samurai X), Akira Sendoh, Hisashi Mitsui & Souichiro Jin (Slamdunk), Hatake Kakashi & Itachi Uchiha (Naruto), dan Ichiro Ohgami (Sakura Wars).

Camus Aoshi Sendoh Mitsui Jin Kakashi Uchi Ohgami
Klo liat gambar2nya pasti dengan gampang bisa ditebak tipe cowok anime kesukaan saya... yaa tentu saja semuanya ganteng2 ahaha... (^_^); Biasanya siih saya suka pria anime yg bermata ramah... atau paling tidak, pernah memperlihatkan mata yg ramah (Itachi pernah ga ya...?). Dari semua nama2 itu, mungkin yg pernah memperlihatkan mata yg paling lembut adalah Aoshi, Jin, dan Sendoh. I must say they're on top of the list. Tapi sayangnya, sejak nonton Slamdunk dgn audio Japanese saya jadi ilfil sama Sendoh (yeah, this is the first time I love Indonesian dubbed more than the original one).

Tapi berbagai tipe ini didobrak oleh satu cowok yg lain dari yg lain... L (Death Note). Cowok satu ini bisa dibilang terlalu aneh untuk membuat cewek jatuh hati... tapi saya sangat terobsesi sama dia... mm... mungkin karena pertama kali "perkenalan" saya dengan L adalah dari versi live action-nya (diperankan oleh Kenichi Matsuyama) ahaha... (^_^)p [I must admit that he's done such a great job... he's so L]

L Death Note Kenichi Matsuyama
Sulit memilih satu saja dari mereka... Ini cinta segi banyak... Ayolah, masa' sama tokoh anime-manga aja ga boleh siih jatuh cinta sama banyak pria... (^o^)

Mohon dicatat, bahwa klo saya bilang "cinta" ya artinya jatuh cinta beneran. Karena ada juga karakter2 anime-manga pria yg sangat saya sukai dalam nuansa yg berbeda, seperti Uzumaki Naruto, Gaara & Rocklee (Naruto), Killua & Gon (Hunter x Hunter). Bisa dibilang cinta ini berarti bahwa kalo saya adalah karakter dalam anime yg sama, I'll be madly in love with em... yang tergila-gila sampe ngejar2 gitu deeh.. \(^_^)/

Hidup anime dan manga... dan juga pria2 ganteng di dalamnya!! (^_~)

Update terbaru per Desember 2009: Gaara udah naik tingkat jd cowok anime-manga yg daku cintai..! LOL (^^)p

Sejak tambah gede n jadi Kazekage, Gaara jadi keren bgt..
mau dooonk jadi Nyonya Kazekage.. (^^)

the Field of View (tFOV): Nostalgia in Rainy Day

field of view asaoka
It's rainy in Jakarta.

Hujan yg deras membuat saya ingin bernostalgia. Dengan cinta lama... sebuah band J-pop yg bernama the Field of View.

Band yg beranggotakan U-ya Asaoka (vokal), Takashi Oda (gitar), Takuto Kohashi (drum), dan Kenji Niitsu (bass) ini sudah bubar tahun 2003 silam. Saya menyukai band ini sejak nonton anime Dragonball GT di mana mereka menyanyikan opening theme-nya yg berjudul Dandan Kokoro Hikareteku. Sejak itu saya mulai mencari2 ttg mereka.

Sampai pada tahun 2002, dengan hanya berbekal 4 lagu saja, I actually made a fansite for this band (^o^)

I think I was pretty much possessed (^_^);

Bayangin aja, pada waktu itu kemampuan bahasa Jepang saya nyaris 0! Yet, I tried soo hard to translate tFOV lyrics from Kanji into Romaji to be put in my website. Bisa dibilang, saya belajar bahasa Jepang beserta kanji2nya dari membuat web ini.

Tapi itu benar2 masa yg indah. Saya ikut webring yang semua membernya orang Jepang. Saya berkenalan dengan orang Jepang - May-chan - rajin email2an (dengan memanfaatkan online translator, coz I couldn't speak Japanese and she couldn't speak English), sampai2 dia mengirimi saya 4 CD tFOV!! \(^o^)/

Pada masa2 itu susah sekali mendapatkan lagu Jepang di Jakarta dan Bandung, apalagi dari band medioker kaya tFOV. Karenanya May-chan itu dewi penyelamat yg dengan sangat murah hati mencurahi saya dengan lagu2 tFOV dr ke-4 CD tsb... Oh how much I miss her...

Saya ingat sekali, saya mengetahui berita bubarnya mereka ketika sedang online di sebuah warnet dekat rumah di Jakarta. Dan mata saya langsung berkaca2 nyaris nangis, trus pulang sambil nangis (hi hi... untungnya udah jam 11 malem jd ga ada yg liat) Sejak itu hati saya sakit setiap kali mendengar lagu mereka. Sejak itu saya hampir ga pernah lg dengerin lagu2 mereka. Kaya' orang yg patah hati aja ya... (^_^)p Tapi bbrp bulan belakangan ini saya mulai dengerin lagu2 mereka lg. Terutama single terakhir mereka Melody.

Seperti hari ini, di playlist Winamp saya yg hanya berisi 10 lagu , 9 di antaranya adalah lagu tFOV (kebiasaan ga pernah nge-list lagu banyak2, ini juga udah kebanyakan, biasanya klo lg nulis gini malah cuma 1 atau 2 di-repeat-until-bosen... ho ho...).

Klo mengunjungi lagi fansite karya perdana saya di dunia web2an itu, saya jd cengar-cengir sendiri. Apalagi klo masuk ke bagian Act Book sama Art Book... bisa terpingkal2... sama sekali bukan karena lucu, tapi karena heran kok bisa2nya saya membuat semua itu dan dengan tidak tahu malu meletakkannya di internet... hi hi hi... (^_^);;

What 24bit Moments...

[BGM: 9 songs by tFOV + 1 song by Suneohair, especially Oozora e & Someday, by the Field of View]

Silahkan mampir the Field of View: 24bit Moments saya yaah... oldies gitu deeh desain web-nya... mohon dimaklum (^_^)p

Sunday, January 11, 2009

1 Liter Air Mata

Biarpun sudah beberapa kali nonton 1 Litre of Tears the movie, tetap saja ga bosan2 dan ujung2nya nangis lagi nangis lagi
:blush:
Film Jepang yg diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang gadis bernama Aya Kito yang menderita penyakit spinocerebellar ataxia sejenis kerusakan pada otak yang membuat penderitanya mengalami kesulitan mengkoordinasi tangan dan kaki, kesulitan berbicara, dan bisa berujung pada kematian.

Film yg mengharukan, melihat perjuangan Aya untuk bertahan dalam kondisinya.

Tapi adegan yang paling membuat saya bercucuran air mata adalah ketika Aya bertanya pada dokternya.
"Sensei, atashi, kekkon dekiru?" [Dokter, apakah saya bisa menikah?]
Yg dijawab oleh sang dokter, "Dekinai to omou" [Aku rasa tidak]

Pertanyaan Aya itu begitu menyakitkan hati saya, in a way that I hardly understand.

Sebagai seorang wanita yang baru saja menjalani operasi pengangkatan tumor saecum, yang dalam penantiannya menuju operasi kedua harus selalu mengenakan colostomy bag yg belum seminggu sudah berbau... saya merasa pertanyaan itu begitu dekat dengan saya.

Esensi pertanyaan Aya itu sama dengan kondisi saya saat ini... Wanita yang sakit dan tidak bisa berfungsi sebagaimana layaknya seorang wanita.

Rasa miris menyaksikan tubuh sendiri yang kurus kering, wajah yang tirus, rambut yang rontok, luka bekas operasi yang besar dan buruk... secara lahiriah sangat tidak menarik. Gangguan terhadap ritme hubungan dengan suami pun tak ayal membuat saya terkadang berada pada titik terendah.

Yg mau tidak mau berujung pada pertanyaan yg sama seperti yg dipertanyakan Aya di dalam hatinya, "Atashi, nanno tame ni ikiterundarou?" [Apa gunanya aku hidup?]

Tapi, seperti juga Aya, meskipun sesekali didera rasa pedih mempertanyakan nilai diri, kita tidak bisa merutuki nasib terus menerus. Harus bisa berjuang dan tersenyum demi orang2 yang selalu berada di samping kita untuk memberikan bantuan dan dukungan. Karena senyum dan semangat orang yang sakit membuat mereka yg membantu merasa bahagia dan merasa telah melakukan sesuatu untuk menolong kita. Kita tidak boleh terkungkung dalam keputusasaan dan kekecewaan yang membuat kita jadi orang sakit yang menyebalkan. There's a relationship at stake, therefore we have to be strong. (Keinget buku What Katy Did juga jdnya..)

Perjalanan menuju kesembuhan adalah perjalanan yang membutuhkan 1 liter air mata. Bahkan seandainya pun kesembuhan itu bukan ujung dari perjalanan, sebisa mungkin jangan biarkan seorang pun melihatnya...

Ah, kalau sudah begini, mau tidak mau saya harus mengakui bahwa penyakit saya tidak ada apa2nya bila dibandingkan dengan Aya...

Saturday, January 10, 2009

Gaza Strip: An Analogy

Klo malam2 saya menonton Al Jazeera yg lumayan lebih up to date berita ttg Jalur Gaza-nya, saya bisa menangis karena sedih, muak, marah, putus asa. Bisa dibilang adegan paling memuakkan yg pernah saya tonton di TV adalah saat Condoleza Rice mengangkat tangan tanda abstain saat voting untuk gencatan senjata di Gaza, di saat semua orang tahu bahwa Amerika adalah satu2nya suara yg didengar Israel.

Betapa manusia yg telah terkunci hatinya bisa begitu mengerikan...

Mengapa begitu sulit bagi sebagian orang untuk mengerti bahwa IT'S GOTTA BE STOPPED...?

Semisal Anda memiliki seorang sahabat A. Saat Anda sedang berjalan dengan A, tiba2 muncul B menampar si A. A begitu marah, dia balas menampar. Bahkan bukan cuma menampar, tapi juga mencekik, membentur2kan kepala B ke aspal, mematahkan hidungnya, merontokkan gigi2nya, meninju matanya. Tidak puas, adik B yg saat itu bersama B juga ikut dihajar. Kemudian teman B yg datang membantu jg dihajar hingga babak belur. Setelah 3 orang tumbang, A segera pergi ke rumah B untuk menghajar semua orang yg ada di sana, membakar rumahnya... untuk memastikan bahwa lain kali tidak ada lagi yg berani menampar A.

Melihat adegan itu, sekalipun A adalah sahabat Anda, kalau Anda masih manusia, apa Anda akan diam saja? Apa Anda akan berkata pada orang2 yg ingin melerai, "Biarkan saja, salah sendiri tadi B yg mulai menampar" ?

Secara naluri, saya yakin, Anda akan melerai mereka. Semua orang yg menyaksikan hal semacam itu pasti akan berusaha menghentikan.

Setelah A berhenti, mungkin akan ada adu mulut sengit mengenai siapa yg salah dan seterusnya. Tapi setidaknya, tidak ada penghajaran. Setidaknya, korban kebrutalan A tidak bertambah.

Ada batasan yg jelas antara pembelaan diri dengan pembantaian. Hati seorang manusia masih bisa membedakan itu.

Tapi hati yang terkunci rapat benar2 mengerikan... Sejujurnya, saya belum pernah merasa sengeri itu melihat orang mengangkat tangan dalam suatu rapat...

Padahal, tangan yg terangkat itu bisa saja menyelamatkan banyak nyawa, kalau ia mau...

Thursday, January 8, 2009

News Flaws

Menulis memang ngga gampang. Terlebih lagi menulis berita untuk suatu media. Ngga heran klo media2 raksasa pun bisa melakukan kesalahan dalam menulis berita.

Umumnya kesalahan2 itu sih cuma kesalahan kecil saja, tapi bisa bikin mata gatel ngebacanya.

Contohnya, suatu hari, waktu Kompas baru2 aja lauching segmen entertainment di halaman mereka. Pernah saya baca suatu tulisan mengenai film animasi: "Seperti film Anastasia produksi Disney"... hm... tunggu tunggu... Anastasia itu kan produksinya 20th Century Fox?

Lalu sebuah majalah remaja - sori lupa nama majalahnya - dlm artikel ttg Katie Holmes tertulis: "tapi ini tidak ada hubungannya dengan Sherlock Holmes dalam novel karya Agatha Christie"... Ha?! Sejak kapan Agatha Christie menyaplok hak cipta atas Sherlock Holmes? Bukannya itu tokoh karangan Sir Arthur Conan Doyle?

Lalu di sebuah majalah wanita, menulis "Lionel Messi cowok berkebangsaan Spanyol itu..." Daa...? Apa Messi sudah naturalisasi jd warga negara Spanyol? Tapi kok sampai beberapa waktu yg lalu masih pake seragam Argentina, ya...?

Yg paling gres saya baca justru di The Jakarta Post online. Untuk yg satu ini cukup fatal kesalahannya. Sebuah tulisan tentang film animasi terbaru produksi Animax yang akan tayang tahun ini - LaMB. Sinopsis ceritanya salah. (Silahkan bandingkan artikel The Jakarta Post dengan artikel di situs official Animax LaMB dan di blog LaMB saya)

Human mistake, I believe. Atau karena terkejar tenggat waktu jadi terburu2 menulis. Tapi sepertinya sih lebih karena "kurang kompeten dalam topik yg ditulis". Penulis untuk majalah wanita mungkin kurang paham tentang tokoh sepakbola dan novel detektif, mungkin lebih baik they stick to the fashion. Sebagaimana penulis untuk media "dewasa dan serius" kurang mengerti soal dunia film animasi yg notabene oleh kebanyakan orang Indonesia dianggap sebagai dunia bocah.

Walaupun mata jd gatel sewaktu membaca tulisan2 seperti itu, ada efek baiknya jg buat saya. Kesalahan2 kecil itu membuat saya tidak mudah percaya dengan apa yg diberitakan - baik di media cetak maupun online. Harus dicek dulu. Jg membuat saya tidak terlalu fanatik pada satu media sebagai sumber berita. Masalahnya... pernah jg saya pergoki, bbrp media online yg ternyata punya artikel yg sama persis dgn artikel di media online lainnya... walaah kok ya satu sumber copy paste pula...
:sweaty:
Oh ya, satu lagi, agak melenceng dari topik tp mumpung inget saya mo nyaranin... jangan membaca bbrp media keluaran satu penerbit yg sama. Soalnya saya pernah membaca artikel di 3 majalah keluaran satu penerbit - yg sama persis! Oh rupanya begitu ya, pikir saya, tinggal diputer2 aja artikel2 itu... bulan ini di majalah A, bulan depan di majalah B, dst... Cerdas, ya...
:devilishgrin:

Wednesday, January 7, 2009

Pindahan Lagiii... :D

Ya ya...
Gara2 Wordpress yg ga bisa diapa2in itu... atau gw-nya aja yg ga ngerti? Daku pindah lagii ke Blogspot...
Ahh... emang ni host pastinya punya kelemahan, tapi kemudahan utak-atik template-nya (ga kuat bo' sama template-nya Wordpress yg ga bisa dikulik2)... belum lg widget yg bersahabat emang ga bisa ditolak...

So, from now on... Living Daisy is here!
:hi:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails