Eits, tapi instan juga pilih-pilih. Harus memenuhi syarat nikmat dan gizi.
Beberapa waktu lalu sempet melihat seliweran tweet tentang mahluk bernama Sotoji, yang konon merupakan soto jamur instan. Apa pula itu? Ga pake nunggu, saya pun order sampelnya.
| Penampakan Sotoji |
Yuuk, langsung kita icip-icip!
Memasak Sotoji rupanya cukup seru, diisi dengan berbagai eksperimen yang membuat saya serasa koki asli.
Pada percobaan pertama, saya mengikuti anjuran cara memasak yang terdapat pada bagian belakang bungkusnya. Rupa-rupanya, bila jamur dan sohun dimasak bersama, terjadi ketimpangan dalam hal kecepatan kematangannya. Si sohun sudah melembut sementara jamur tiram masih alot. Pada percobaan berikutnya, saya memasak jamurnya terlebih dahulu baru kemudian disusul oleh sohun dalam rangka melembutkan si jamur. Hmm... mungkin Sotoji perlu juga nih mengubah petunjuk cara masaknya.
Selain sedikit perubahan cara masak, ada beberapa tips tambahan:
- Sotoji dimaksudkan sebagai lauk pendamping nasi. Jadi, memang paling pas kalau disantap bareng nasi. Kalau tidak, akan terasa terlalu asin. Jika malas pakai nasi, saya sarankan untuk tidak menggunakan seluruh bumbunya supaya ga terlalu asin. Pakai 3/4-nya saja.
- Ketika mencoba pertama kali saya merasakan rasa lekat di langit-langit mulut. Untuk menguranginya, pada percobaan kedua saya membuang air masak jamur dan sohun-nya, kemudian saya didihkan air lagi untuk dipakai sebagai kuahnya.
- Selipan khusus -
Resep Soto Jamur ala Sotoji (dan Koki Dessy :D)
![]() |
| Klik untuk perbesar |
Saya cukup terkesan dengan terobosan soto jamur instan ini. Cukup berani, karena memakai jamur sebagai primadona. Tapi, yang unik pasti dikejar ya. Jadi, selama Sotoji mampu menjaga cita rasanya pasti banyak yang mencari dan jadi menjadi pecinta.
Butuh satu alasan untuk nyoba Sotoji? Saya punya lima!
1. Rasanya... soto banget! Kalau lagi pengen nyoto tapi males bikin atau beli soto ke warung soto, Sotoji si Soto Jamur ini bisa menggantikannya.
2. Sotoji bukan soto biasa, jamur tiram-nya bikin dia istimewa. Ya, saya suka jamur. Karenanya waktu itu saya langsung order tanpa ragu. Jamur tiram yang mengandung banyak khasiat ini jelas bikin Sotoji penganan instan yang menyehatkan.
3. Porsi pas mengenyangkan. Pernah memakan makanan instan yang cuma numpang lewat ga berasa kenyang? Ini tidak berlaku untuk Sotoji. Semangkuk Sotoji sebagai pendamping sepiring kecil nasi pas untuk makan malam tanpa ngemil-ngemil lagi.
4. Halal dan terdaftar. Ya, logo halal dan nomor Depkes sudah pasti jadi faktor penting untuk makanan. Kalo udah ada dua ini, amaan ga pake was was deh makannya.
5. Ada peluang bisnis untuk jadi reseller Sotoji. Ohoho, ini cukup menjanjikan looh, waktu pertama kali ngetweet tentang Sotoji juga muncul pertanyaan-pertanyaan "Di mana belinya? Mauu". Artinya, memang tingkat penasaran terhadap Sotoji ini cukup tinggi. Makanya saya bilang program reseller ini cukup berprospek cerah *Mulai diskusi sama hubby
Pingin nyoba sesoto apa Sotoji ini? Bisa langsung ke www.sotoji.com dan order dari sana. Sementara itu, saya mau segera menyantap si model yang dari tadi difoto-foto ini.
Selamat makaan! :9


